PT. OKI menerapkan sistem biaya taksiran mulai tahun anggaran 2016.
Biaya taksiran perunit produk yang ditentukan berdasakan pengalaman
produksi 4 tahun yang lalu adalah sebaga berikut :
Biaya Bahan baku 10 Kg @ Rp 50,- Rp. 500,-
Biaya Tenaga kerja 2 Jam @ Rp 500,- Rp. 1000,-
Biaya overhead Pabrik 2 Jam @ Rp 1500,- Rp. 3000,-
Biaya taksiran perunit produk Rp. 4500
Data produksi bulan april 2016 disajikan sebagai berikut :
Data produksi bulan april 2016 100 unit
Persediaan produk dalam proses awal 200 unit
(100% biaya bahan baku, 60% biaya konversi) 3000 unit
Dimasukan dalam proses prduksi bulan april 3200 unit
Persediaan produk dalam proses akhir
(100% biaya bahan baku, 40% biaya konversi) 500 unit
Produk selesai yang di transfer ke gudang 2700 unit
Produk yang tersedia untuk dijual 2800 unit
Produk yang tersedia untuk dijual 2500 unit
Dijual
Persediaan produk jadi akhir 300 unit
Biaya produksi sesungguhnya yang terjadi dalam bulan April 2016 adalah sebagai berikut :
a. Biaya bahan baku : Rp. 1.700.000
b. Biaya tenaga kerja 5300 jam : Rp. 2.782.500
c. Biaya Overhead pabrik di bebankan kepada atas dasar jam tenaga kerja.
Biaya overhead yang terjadi sesungguhnya adalah Rp. 8.000.000
Diminta :
a. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya produksi sesungguhnya yang terjadi dalam bulan April 2016!
b. Buatlah jurnal untuk mencatat biaya produksi menurut taksiran bulan April 2016!
c. Hitunglah selisih antara biaya produksi sesungguhnya dengan biaya produksi menurut taksiran !
d. Jika manajemen puncak PT OKI memutuskan membagi selisih yang
timbul ke dalam rekening persediaan produk jadi,persediaan produk dalam
proses dan harga pokok penjualan berdasarkan perbandingan kuantitasnya,
buatlah perhitungan pembagian selisih yang terjadi dalam bulan April
2016 tersebut.
JAWABAN
a. Jurnal Pencatatan Biaya Bahan Baku Sesunggunya
Jurnal :
BDP – BBB Rp. 1.700.000
Persediaan Bahan Baku Rp. 1.700.000
Jurnal Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Sesungguhnya
Jurnal :
BDP – BPKL Rp. 2.782.500
Gaji dan Upah Rp.2.782.500
Jurnal Pencatatan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Jurnal:
BOP Sesungguhnya Rp. 8.000.000
Jurnal Pada Akhir Periode:
BDP – BOP Rp. 8.000.000
BOP Sesungguhnya Rp. 8.000.000
Jurnal Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi Yang Di Transfer Kegudang
Perhitungan :
BBB = 2700 x Rp. 500 = Rp. 1.350.000
BTKL = 2700 x Rp. 1000 = Rp. 2.700.000
BOP = 2700x Rp. 3000 = Rp. 8.100.000
Jurnal :
Persediaan Produk Jadi Rp. 12.150.000
Biaya dalam Proses – BBB Rp. 1.350.000
Biaya dalam Proses – BTKL Rp. 2.700.000
Biaya dalam Proses – BOP Rp. 8.100.000
b. Jurnal Pencatatan Harga Pokok Barang Jadi dan Barang dalam Proses Pada Akhir Periode
Perhitungan :
BBB = 300 x 100% x Rp. 500 = Rp. 150.000
BTKL = 300 x 40% x Rp. 1000 = Rp. 120.000
BOP = 300 x 40% x Rp. 3000 = Rp. 360.000
Jurnal :
Persediaan Barang dalam Proses Rp. 630.000
BDP – BBB Rp. 150.000
BDP – BTKL Rp. 120.000
BDP – BOP Rp. 360.000
Jurnal Pencatatan Harga Pokok Barang Yang Dijual
Perhitungan :
BBB = 2500 x Rp. 500 = Rp. 1.250.000
BTKL = 2500 x Rp. 1000 = Rp. 2.500.000
BOP = 2500 x Rp. 3000 = Rp. 7.500.000
Jurnal :
HPP Rp. 11.250.000
Persediaan Barang Jadi Rp. 11.250.000
c. Mencatat Selisih Antara Biaya Taksiran dan Biaya Sungguhan
Selisih BBB = Rp. 1.700.000 – Rp. 1.250.000 – Rp. 150.000 = Rp. 300.000
Selisih BTKL = Rp. 2.782.500 – Rp. 2.500.000 – Rp. 120.000 = Rp. 162.500
Selisih BOP = Rp. 8.000.000 – Rp.7.500.000 – Rp. 360.000 = Rp. 140.000 +
Rp. 602.500
d. Jurnal Pencatatan Selisih Biaya Taksiran dengan Biaya Sesungguhnya
Membagi Selisih BBB :
Selisih RP. 300.000
Persediaan Produk Jadi Rp. 27.272,73
Persediaan BDP Rp. 45.454,55
HPP Rp. 45.454,55
Perhitungan :
Barang yang terjual 2500
Persediaan Produk Jadi ( 2800-2500) = 300
Persediaan BDP Akhir (100% x Rp. 500 ) = Rp. 500
Pembagian Selisih :
Persediaan BBB = 300 : 3300 x Rp.300.000 = Rp. 27.272,73
Persediaan BDP = 500 : 3300 x Rp. 300.000 = Rp. 45.454,55
HPP = 2500 : 3300 x Rp.300.000 = Rp. 227.272,73
Membagi Selisih BTKL :
Selisih RP. 162.500
Persediaan Produk Jadi Rp. 12.828,95
Persediaan BDP Rp. 42.763,16
HPP Rp. 106.907,90
Perhitungan :
Barang yang Terjual 2500
Persediaan Produk Jadi (2800-2500) = 300
Persediaan BDP 1000 +
3800
Persedian BTKL = 300 : 3800 x Rp 162.500 = Rp 12.828,95
Persedian BDP = 1000 : 3800 x Rp 162.500 = Rp 42.763,16
HPP = 2500 : 3800 x Rp 162.500 = Rp 106.907,90
Membagi Selisih BOP :
Selisih RP. 140.000
Persediaan Produk Jadi Rp. 7.242,38
Persediaan BDP Rp. 72.413,80
HPP Rp. 60.344,83
Perhitungan :
Barang yang Terjual 2500
Persediaan Produk Jadi (2800-2500) = 300
Persediaan BDP 3000 +
5800
Persedian BOP = 300 : 5800 x Rp 140.000 = Rp 7.241,38
Persedian BDP = 1000 : 5800 x Rp 140.000 = Rp 72.413,80
HPP = 2500 : 5800 x Rp 140.000 = Rp 60.34
Jumat, 17 Februari 2017
AKUNTANSI BIAYA - BIAYA TAKSIRAN
22.50
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar